Posted: 15 Agustus 2014 10:38:11 by IY**** BeritaNet.com | Dilihat 640 kali

Baidu mendapat peringatan dari Pemerintah Cina. Hal itu terjadi menyusul ditemukannya file porno pada layaan penyimpanan online. Demikian dilaporkan Antara News yang mengutip laporan kantor berita Xinhua (10/8/2014).
 
Dikatakan bahwa otoritas administrasi budaya Beijing memperoleh informasi dari masyarakat yang menyatakan adanya konten porno dalam beberapa akun Baidu Cloud. Atas kejadian tersebut, Baidu pun diperintahkan "bersih-bersih" konten yang terlarang tersebut. Sayang, raksasa mesin pencari asal Tiongkok itu tak mau memberikan konfirmasi ketika dihubungi Reuters.
 
Pemerintah Negeri Tirai Bambu kini memang semakin getol dalam "mengurusi" hal yang berbau "internet". Pada April lalu pemerintah Cina mengeluarkan kampanye anti pornografi. Di samping untuk membersihkan internet, langkah tersebut ujga dilakukan untuk memperketat kebebasan berekspresi secara online. Hal ni pun terlihat dari semakin banyaknya aturan bahkan pemblokiran pada situs jejaring sosial. Sebut saja  KakaoTalk, Line yang belakangan diblokir, sementara pengguna  WeChat harus menggunakan nama asli.
 
Pengguna jejaring sosial pun semakin "susah bergerak" karena di samping harus menggunakan nama asli, mereka juga harus menaati sederet aturan mulai dari menjunjung tinggi kepentingan nasional hingga menjunjung tinggi sistem sosialis. Sanksi bagi para pelanggarnya pun bukan hanya penutupan akun, tetapi juga akan diseret ke pihak berwenang untuk dilakukan interogasi. Sementara itu, terkait soal pornografi, Mei lalu Sina Corp, perusahaan internet yang juga asal Cina harus membayar denda 5,1 juta Yuan kepada otoritas Beijing karena situsnya mengandung konten pornografi. 
 
 

Komentar Anda

Artikel terkait