Posted: 05 Juli 2014 09:59:00 by RiskaRF BeritaNet.com | Dilihat 2240 kali

Satu lagi karya anak bangsa, kali ini dalam kompetisi aplikasi yang diadakan oleh Bank Dunia bertajuk “Code For Resilience” di London pada 30 Juni 2014, Aplikasi penanggulangan bencana, Quick Disaster karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mendapatkan penghargaan Global Winner. Aplikasi Quick Disaster dikembangkan oleh empat mahasiswa Prodi Ilmu Komputer dan satu mahasiswa Prodi Geofisika Universitas Gadjah Mada.

"Aplikasi Quick Disaster itu dikembangkan lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM)," kata Project Manager "Quick Disaster" Daniel Oscar Baskoro di Yogyakarta. Kelima mahasiswa tersebut adalah Daniel Oscar Baskoro (Project Manager), Zamahsyari (Programer), Bahrunnur (Programer), Sabrina Woro Anggraini (Copy writer), dan Maulana Rizki Aditama (Data Analyst). Tropi kemenangan diserahkan secara langsung dalam acara penghargaan Understanding Risk Forum, di ExCel, London.

Menurut Oscar, aplikasi "Quick Disaster" merupakan aplikasi untuk mengantisipasi bencana alam yang dikembangkan pada "wearable devices" Google Glass dan kini sudah pada tahap pengembangan versi 2.0.

Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna akan mendapatkan tiga informasi penting terkait tentang bencana. Pertama, sebelum bencana, menampilkan informasi riwayat bencana suatu daerah; Kedua, saat bencana, yaitu menampilkan informasi solusi ketika terjadi bencana; dan terakhir adalah pasca bencana, yaitu proses rehabilitasi lewat fitur yang terintegrasi dengan foto daerah bencana melalui sosial media.

"Dengan menggunakan aplikasi Quick Disaster, pengguna akan mendapatkan tiga bagian informasi penting tentang bencana," katanya.

Menurut dia, peserta kompetisi aplikasi berasal dari seluruh negara di dunia. Tim "Quick Disaster" berhasil melewati proses kompetisi setelah diseleksi awal terpilih sepuluh besar, dan kemudian terpilih menjadi Global Winner.

"Dewan juri pada kompetisi itu terdiri atas sembilan orang yang merupakan kalangan profesional dari berbagai bidang ilmu pengetahuan," katanya.


Komentar Anda

Artikel terkait