Posted: 01 Februari 2012 05:55:00 by lucian BeritaNet.com | Dilihat 505 kali

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 28 Januari diperingati sebagai Hari Privasi Data (DPD: Data Privacy Day). Peringatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran privasi dan isu-isu perlindungan data di kalangan konsumen, organisasi dan pejabat pemerintah dan membantu industri, akademisi, dan advokat untuk menyoroti upaya privasi konsumen.
Mendengar istilah “Privasi Data”, mungkin kita bisa sepakat bahwa ini adalah sesuatu yang penting untuk diketahui. Karena itu, sebagai wujud partisipasinya, Microsoft melakukan sebuah survei yang dilakukan oleh Market Intelligence Blueocean pada 5.000 orang yaitu anak-anak antara usia 8 -17 dan orang dewasa antara 18-74 di seluruh Kanada, Jerman, Irlandia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari kita tidak waspada untuk melindungi reputasi dan profil online.
Menurut survei Microsoft, "Profil online" anda adalah jumlah konten online yang memuat informasi, berita atau hal-hal apa saja tentang anda seperti pembelian menggunakan kartu kredit, catatan medis, konten yang telah anda buat, email, video, posting di jaringan sosial dan konten tentang anda yang dibuat oleh orang lain, misalkan seseorang melakukan posting gambar atau komentar tentang anda pada jaringan sosial atau situs.
Dan "Reputasi online" anda adalah gambaran yang dibuat tentang anda melalui informasi online anda atau bersama orang lain di blog, posting, gambar, tweets dan video.
Survei dari Microsoft menunjukkan bahwa 67% merasa mereka berada dalam kendali reputasi online mereka, tetapi hanya 44% yang aktif berpikir tentang konsekuensi jangka panjang dari aktivitas online mereka.
Bukankah seharusnya kita semua harusnya berpikir tentang konsekuensi dari jejak kaki online kita? Berbagai situs sosial media seperti Facebook dan Twitter telah membuka dunia bagi kita tentang yang baik dan buruk dan seperti pembayaran tagihan dan aktivitas perbankan yang lebih banyak kita lakukan dan secara online, karena itu mengelola reputasi online harusnya menjadi sesuatu yang sangat penting.
Jadi bagaimana kita menjadi warga digital yang lebih baik? Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil, menurut sebuah posting blog perusahaan yang ditulis oleh Microsoft chief privacy officer, Brendon Lynch :
Tetap waspada dan buatlah 'Laporan Reputasi' anda sendiri
- Cari semua variasi nama anda di mesin pencari, dan mengevaluasi apakah hasilnya mencerminkan reputasi yang ingin anda bagikan dengan dunia, termasuk usaha anda saat ini atau masa depan, kolega, teman dan anggota keluarga. Penelitian dari Microsoft menemukan bahwa 37% orang dewasa pernah melakukan hal ini.
- Jika Anda menemukan informasi tentang diri Anda yang tidak akurat atau tidak menguntungkan, mintalah dengan hormat lepada orang yang melakukan posting itu untuk menghapus atau memperbaiki kesalahan.
Pisahkan antara Profil Profesional dan Personal
- Bila Anda sedang mencari pekerjaan, mendaftar sekolah atau mencari asuransi baru atau pinjaman, ingat bahwa gambaran online anda dapat menjadi faktor penentu sebagai tinjauan aplikasi. Pastikan untuk menggunakan jenis e-mail, nama layar, blog dan situs web yang merujuk untuk setiap profil, dan menghindari referensi silang dengan situs pribadi.
- 57% orang dewasa berpikir tentang mengambil langkah untuk menjaga privasi pekerjaan dan profil pribadi mereka. Namun, 17% mengatakan bahwa informasi dimaksudkan untuk tetap pribadi yang secara tidak sengaja telah dilakukan secara online pada publik.
- Jadilah bijaksana ketika menambahkan informasi pribadi untuk profil profesional anda, mencakup informasi yang tepat dalam konteks profesional.
Sesuaikan Pengaturan Privasi anda
- Dalam browser internet, situs jaringan sosial, blog pribadi dan tempat-tempat lain di mana anda mempertahankan data pribadi, anda dapat menggunakan pengaturan privasi untuk membantu mengatur siapa yang dapat melihat profil Anda atau foto, bagaimana orang dapat mencari anda, yang bisa berkomentar dan bagaimana untuk memblokir akses yang tidak diinginkan . Menurut penelitian Microsoft, 49% dari orang dewasa tidak menggunakan pengaturan privasi di situs jejaring sosial.
- Jika Anda menggunakan Internet Explorer 9, gunakan perlindungan pelacakan browser, yang membantu pelacakan blok yang tidak diinginkan oleh pihak ketiga. Anda juga dapat menggunakan Internet Explorer "InPrivate" sebagai modus browsing.
- Buatlah tinjauan secara berkala terhadap pihak lain yang memiliki akses ke konten anda. Penting untuk menghapus orang-orang yang menurut anda tidak lagi membutuhkan akses ke konten anda.
Pikirkan Sebelum Anda Share
- Pikirkan tentang apa yang akan anda posting (terutama foto pribadi dan video), dengan siapa anda berbagi informasi dan bagaimana hal itu mencerminkan reputasi anda. Biarkan orang lain tahu apa yang anda lakukan dan yang tidak ingin anda bagi dan meminta mereka untuk menghapus apapun tidak ingin anda diungkapkan.
- Penelitian Microsoft menunjukkan bahwa hanya 38% dari orang dewasa dan 39% dari anak-anak yang aktif berpikir tentang dampak jangka panjang dari aktivitas online mereka yang mungkin berpengaruh pada reputasi orang lain.
Komentar Anda