Posted: 30 Juni 2008 10:45:00 by J.H. Gondowijoyo BeritaNet.com | Dilihat 1177 kali

Suatu cerita terjadi di sebuah SMAK pada 20 tahun yang lalu. Pada saat itu, Kelas 3 SMAK di Kota Semarang mengadakan tambahan beberapa mata pelajaran pendukung, yang diadakan pada sore hari. Ada beberapa mata pelajaran pendukung yang ditawarkan, diantaranya: pelajaran kesenian, bahasa Inggris, Olah Raga, Menjadi Pemimpin yang Tangguh dan lain-lain. Khusus untuk pelajaran ‘Menjadi Pemimpin yang Tangguh’, diajarkan sendiri oleh Kepala Sekolah.

Pada permulaan Kepala Sekolah masuk Aula untuk mengajar, beliau kaget karena yang mendaftar mata pelajaran itu 150 orang murid. Beliau menolak mengajar dan mengatakan, "Saya tidak bisa mengajarkan materi ‘Menjadi Pemimpin yang Tangguh’ dengan jumlah 150 orang, maksimal hanya bisa 50 orang. Ayo sekarang daftar ulang." Ternyata setelah daftar ulang, tetap yang mendaftar 150 orang murid, semua murid Kelas 3 terpikat pada materi itu. Kepala Sekolah mengatakan, "Baik, saya akan mengadakan test khusus, sebab maksimal 50 orang murid, besok hari Minggu kalian kumpul di sekolah pada jam 6 pagi."
Tepat hari Minggu jam 6 pagi 150 orang murid berkumpul dan Kepala Sekolah mengajak mereka ke suatu tempat di Gombel, di mana di situ terhampar 7 bukit kecil. Di tengah hujan lebat, mereka diperintahkan naik turun bukit, hanya diberi segelas air dan pada jam 4 sore baru boleh pulang ke sekolah dengan pakaian berkelepotan dan perut lapar. Kepala Sekolah memerintahkan lagi, "Besok sore jam 3 kumpul lagi di sekolah.".
Dan sore itu yang datang hanya 120 orang murid. Sedangkan 30 orang murid lainnya mengundurkan diri, mereka mengatakan, "Ah, ngapain susah-susah, capai untuk mengikuti Mata Pelajaran ‘Menjadi Pemimpin yang Tangguh’, lebih baik ikut kesenian, bahasa atau yang lain, kan lebih santai”. Sore itu sebanyak 120 orang murid masih datang untuk mengikuti test lagi, mereka disuruh bermain bola di lapangan yang becek, berlumpur, dari jam 3.15 dan baru boleh berhenti pada jam 5. Setelah itu Kepala Sekolah mengatakan lagi, "Besok sore datang lagi jam 3".

Dan ternyata besok sorenya yang datang menyusut lagi menjadi 80 orang murid. Sore itu mereka diperintahkan untuk membersihkan seluruh sekolah sampai jam 6 sore. Kemudian keesokan harinya yang datang menyusut lagi menjadi tepat 50 orang murid.

Setelah diteliti ternyata 50 pelajar ini bersemangat dan berjuang untuk tetap bisa mengikuti Mata Pelajaran ‘Menjadi Pemimpin yang Tangguh’. Mereka benar-benar telah berjuang dengan fokus untuk bisa menjadi pemimpin yang tangguh. Ternyata setelah waktu berjalan 20 tahun kemudian, dalam suatu pertemuan reuni, didapati bahwa banyak diantara kelimapuluh orang itu yang telah sukses dan ‘MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK’.

Inilah yang diperlukan bangsa Indonesia: orang-orang yang punya semangat dan daya juang yang tinggi dengan integritas yang tinggi, mau belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan sungguh-sungguh supaya bisa mengisi negeri ini. Sukses harus diraih dengan semangat dan daya juang yang tinggi. Disraeli menulis, “Pada umumnya orang yang memiliki Informasi yang paling banyak akan meraih meraih keberhasilan yang terbesar dalam hidupnya”. Leo Tolstoy mengatakan,"Semua orang ingin mengubah dunia, tetapi tidak seorang pun terpikir untuk mengubah dirinya sendiri ". Pada waktu kita banyak membaca-belajar Teknologi Informasi dan komunikasi, kita akan menemukan sebuah visi yang besar untuk melakukan sesuatu yang bernilai tinggi.

Kemudian hal kedua yang dapat kita pelajari adalah, untuk berubah dan bertumbuh dibutuhkan pengorbanan, bersedia membayar harga, baik waktu, tenaga, pikiran, dana dan sebagainya, serta dituntut pula untuk banyak belajar, membaca, meneliti, berdiskusi, menulis dan lain-lain.

Masih ada banyak hal yang bisa dikerjakan oleh generasi muda khususnya, dalam mengisi negeri ini, terlebih di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bayangkan sumber daya alam yang melimpah di negeri ini, yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tetapi dari semuanya itu yang terutama dibutuhkan HIKMAT DARI ALLAH, oleh karena itu butuh KEBENARANNYA, BUTUH PENYERAHAN TOTAL DAN DOA. Ingat bahwa: semua agama di dunia ini mengakui bahwa langit bumi dan seluruh isinya diciptakan oleh FirmanNya, oleh kebenaranNya, bahkan manusia pun diciptakan oleh perkataanNya. Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap kata yang keluar dari mulut Allah, yaitu FirmanNya. Alangkah dalam dan luasnya pengetahuan Allah, inilah sumber dari segalanya.
 
SELAMAT BERJUANG, BERUBAH DAN BERTUMBUH!

Melbourne – Australia, 30 Juni 2008
Tandatangan J.H. Gondowijoyo

J.H. Gondowijoyo

 


Komentar Anda

Artikel terkait



Info buku-buku IT terbaru

Down | Up