Posted: 29 Agustus 2009 05:23:47 by Jakoep Ezra BeritaNet.com | Dilihat 1577 kali
Perbedaan pendapat sudah setua umur dunia ini. Tuhan sendiri menghargai kebebasan kita. Namun, rasa egois selalu menginginkan supaya orang lain mengikuti pendapat atau kehendak kita. Perselisihan pun terjadi lalu menjadi pertentangan, perkelahian bahkan pertempuran.
Hubungan bisnis bisa hancur karena tidak sependapat. Persahabatan bisa putus karena tidak bisa menerima pendapat rekannya. Pasangan suami istri bisa cerai karena berbeda pendapat. Politik dan perang berkecamuk karena tidak ada kesatuan pandangan antar pemimpin atau rakyat.
Nampaknya tidak ada tempat di dunia ini yang bebas dari perbedaan pendapat, karena hak asasi manusia menjaminnya. Namun apakah situasi menjadi rentan hanya karena perbedaan?
Perbedaan adalah sesuatu yang alamiah
Keunikan adalah karunia. Kita dikenal dan diidentifikasi melalui perbedaan, bukan karena persamaan. Komunitas terjadi karena anggota memiliki persamaan tujuan. Konflik timbul ketika ada perbedaan kepentingan.
Anak kembar pertama yang dicatat Alkitab ialah Esau dan Yakub. Mereka bertolak-tolakan sejak masih dalam kandungan. Persaingan diawali dengan naluri untuk menang, dan berkuasa atas yang kalah.
Sesungguhnya perbedaan adalah suatu yang alamiah yang tidak bisa dihindari. Lebih baik belajar mengelola perbedaan, menjadi aset yang berharga karena keragaman adalah kekayaan, dan perbedaan adalah kesempatan.
Jika kita mampu merubah sudut pandang dan pola pikir, perbedaan tidak perlu lagi dikhawatirkan. Perbedaan menjadi ruang yang bersahabat untuk saling melengkapi dan membangun.
Tingkat kepentingan sebuah pendapat
Suatu pendapat memiliki arti penting jika dikaitkan dengan kebutuhan kondisi kehidupan kita. Ada lima tingkat kepentingan sebuah pendapat yaitu:
Dengan memahami tingkat kepentingan sebuah pendapat dalam diri seseorang, maka kita lebih mudah untuk mengelola perbedaan pendapat secara obyektif dan seimbang.
Tips mengelola perbedaan pendapat
Perbedaan pendapat yang tidak dikelola secara positif dapat merugikan semua pihak. Perpecahan terjadi karena tidak ada kesatuan hati. Rasul Paulus pernah berbeda pendapat dengan Barnabas. Namun, sikap obyektif, kedewasaan danpenguasaan diri membuat mereka tidak bertengkar dan bermusuhan.
Tips dan langkah-langkah praktis dalam mengelola perbedaan pendapat adalah :
Komentar Anda