Posted: 16 Desember 2009 13:22:00 by Heni BeritaNet.com | Dilihat 1259 kali

Sabtu, 12 Desember 2009 karyawan PT. TENC Indonesia menggelar acara “fun bike to Ragunan”.   Sebagai perusahaan kontaktor tower BTS (Base Transceiver Station), kadangkala karyawan PT. TENC Indonesia mengalami kejenuhan.  Sehingga butuh suatu tantangan yang berbeda. Acara ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan  kebersamaan seluruh karyawan yang sering terpisah karena survey di berbagai lokasi tower seluruh Indonesia.  Selain itu, acara fun bike ini juga bertujuan untuk membudayakan bersepeda sebagai gaya hidup baru di Ibu kota, agar bisa hemat bahan bakar dan tentunya bebas polusi.  Kaitannya dengan global warming, bersepeda merupakan salah satu solusi untuk mengurangi timbulnya pemanasan global.

Start jam delapan pagi dari Kebayoran Lama Utara menyusuri jalan Arteri Pondok Indah melewati Cilandak Town Square.  Ada lima orang naik sepeda onthel dan 8 orang naik sepeda gunung serta sepeda lipat.  Bagi mereka yang naik onthel dianjurkan memakai kostum jadul seperti batik atau kemeja putih ala Belanda.  Sedangkan yang lain dengan kostum olahraga seperti biasa.  Sebagai biker pemula di Jakarta, acara ini saya anggap sebagai tantangan baru yang menyiman kenangan indah tak terlupakan.  Baru belajar oper gigi, langsung tancap ke Ragunan.  Jalan yang menanjak mulai membuatku kepayahan mengayuh. Meskipun sudah pakai gigi 1, tetap saja harus menguras tenaga.  Sebaliknya jika melewati jalan turunan, terasa sekali  nikmatnya sensasi melayang, karena sepeda bisa meluncur kencang tanpa susah-susah mengayuh.    

Satu jam kemudian, sampailah rombongan ke Ragunan.  Istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan dari luar.  Setelah istirahat cukup, petualangan bersepeda dilanjut di dalam kebun binatang Ragunan. Tanjakannya tidak terlalu curam sehingga masih terasa ringan dengan gigi 1.  Barulah saya tahu triknya, jika melewati tanjakan hendaknya badan condong kedepan biar terasa ringan. Tentunya dengan pengoperan gigi secara pas akan mempermudah gowes dimanapun dan bagaimanapun medannya. Lain halnya dengan sepeda onthel, rem yang terlalu dangkal membuat onthelis tidak mampu mengendalikan laju sepeda saat turunan.  Hal ini bisa menimbulkan kecelakaan jika tidak pandai menguasai sepeda.

Penulis : Mimin Hari Wahyuni - Peserta Content Contest 2009


Komentar Anda

Artikel terkait



Info buku-buku IT terbaru

Down | Up