Posted: 16 Februari 2012 12:53:38 by valen BeritaNet.com | Dilihat 541 kali

Menyadari pentingnya kegiatan pembelajaran sebagai ujung tombak untuk menyiapkan generasi muda dalam memikul tanggungjawabnya di masa depan, secara eksplisit USD telah memilih Pedagogi Ignasian sebagai paradigma pembelajaran yang sesuai dengan visi dan misi USD sebagai pendidikan tinggi karya yesuit. Sebagaimana dituliskan dalam Pedoman Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian, tujuan utama pendidikan yesuit bukanlah sekedar pengumpulan segudang pengetahuan atau persiapan untuk melaksanakan sebuah profesi, melainkan lebih dari itu, yaitu mengembangkan pribadi manusia seutuhnya yang menjadi 'manusia untuk dan bersama orang lain' (Men and Women - for and with - Others). Dengan demikian, diharapkan agar lulusan sekolah yesuit menjadi orang yang "utuh", memiliki kompetensi intelektual, memiliki kemauan untuk berkembang, religius, penuh kasih, dan memiliki komitmen untuk mewujudkan keadilan dalam pelayanannya terhadap umat Allah (Kolvenbach, 2001). Pendek kata memiliki karakteristik 3C: competence, conscience, compassion.
Kesadaran akan pentingnya kegiatan pembelajaran dalam proses pendidikan tinggi, rupanya juga memicu banyak institusi pendidikan lain untuk melakukan berbagai kegiatan yang relevan. Salah satunya adalah Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) yang pada tanggal 21 Januari 2012 menggagas konferensi yang diberi judul Konferensi Nasional Pembelajaran Informatika (KNAPTI). Konferensi yang direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun ini dimaksudkan sebagai forum sharing pengalaman praktis dalam hal penyampaian materi pembelajaran bidang ilmu Informatika, sharing praktek penerapan kurikulum Informatika dan sharing penggunaan tools dan teknologi untuk menunjang implementasi kurikulum Informatika.
Dalam KNAPTI 2012 yang mengusung tema "Better Education for Better Life" dan diselenggarakan di Gedung Perpustakaaan Mohammad Hatta Kampus UII, hadir tiga pembicara utama masing-masing Direktur Seamolec Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, Dr. Wawan Setiawan, M.Kom. dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan Prof. Dr.rer.nat. Achmad Benny Mutiara, SSi, Skom dari Universitas Gunadarma. Di samping itu dalam sesi paralel, disajikan pula 21 makalah para pendidik dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia baik negeri maupun swasta yang berisikan sharing pengalaman dan inovasi yang telah dilakukan para pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Salah satu dosen Prodi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma, P.H. Prima Rosa, S.Si., M.Sc., menyajikan makalah dalam KNAPTI 2012 dengan judul "Membangun Budaya Kerja Tim Melalui Model Pembelaran Berbasis Pedagogi Ignasian dalam Mata Kuliah Proyek Rekayasa Perangkat Lunak". Makalah ini disarikan dari pengalaman nyata Bu Rosa, begitu dosen tersebut biasa dipanggil, dalam mengimplementasikan Pedagogi Ignasian dalam salah satu matakuliah di Prodi Teknik Informatika. Menarik bahwa ternyata makalah tersebut dinyatakan sebagai makalah terbaik (best paper) dan berhak mendapatkan hadiah berupa printer multifungsi. Menurut Panitia KNAPTI, kriteria penilaian makalah terbaik di antaranya adalah kesesuaian dengan tema, kedalaman analisis, dan sumbangannya untuk pengetahuan. Dalam presentasi, pertanyaan yang diajukan sejumlah hadirin juga menunjukkan apresiasi dan keingintahuan bagaimana membangkitkan motivasi mahasiswa, serta memasukkan unsur-unsur non akademik (conscience dan compassion) ke dalam penilaian. ( sumber : www.usd.ac.id)
Komentar Anda