Posted: 21 Februari 2012 14:44:48 by valen BeritaNet.com | Dilihat 451 kali

Bertempat di kampus I Mrican, Universitas Sanata Dharma (USD) menggembleng para mahasiswa baru angkatan 2011 dalam program character building yang dinamakan Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PPKM). Program pengembangan softskill ini melatih mahasiswa untuk menemukan jati diri mereka di tengah segala pergulatan dan perkembangan masyarakat sekaligus memantapkan visi-misi hidup serta merancang strategi untuk meraihnya. Muara dari seluruh program pendampingan ini adalah dilahirkannya lulusan USD dengan karakter yang utuh dan tajam dalam competence (kecerdasan), conscience (suara hati), dan compassion (bela rasa). Dalam pelatihan selama enam hari yang terdiri atas dua gelombang ini (Gelombang I: 25-27 Januari dan Gelombang II: 30 Januari - 1 Februari 2012) sebanyak 1927 mahasiswa dipandu oleh 82 orang dosen sebagai fasilitator dan 82 orang mahasiswa senior sebagai co-fasilitator yang telah mendapatkan pelatihan (TOT) sebelumnya.

Program yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa  Universitas Sanata Dharma ini, terbagi menjadi PPKM I dan PPKM II. PPKM I ditempuh oleh mahasiswa setelah mereka menempuh semester pertama kuliah di USD, yang penyelenggaraannya di tingkat universitas.  PPKM I tahun ini  mengangkat tema 'Menjadi Pribadi yang Cerdas dan Humanis'. PPKM II  diselenggarakan di tingkat Program Studi/Fakultas sesuai dengan agenda unit terkait.

Menurut Agnes Indar Etikawati, S.Pi, Psikolog, M.Si. selaku ketua tim penyusun modul, dalam PPKM I  ini mahasiswa dilatih untuk menyadari akan konteks, baik konteks internal (memahami diri) maupun konteks eksternal (menyadari dunia sekitar dengan segala dinamikanya), internalisasi nilai-nilai, membangkitkan spirit, dan berlatih ketrampilan intrapersonal. Ketrampilan intrapersonal yang dilatihkan merupakan tiga dari delapan kebiasaan efektif menurut Steven Covey, yaitu proaktivitas, orientasi pada misi & tujuan hidup, dan pemilihan prioritas.

Pada sesi terakhir latihan, yang terkait dengan modul "Berani Peduli", peserta diberi kesempatan untuk menjalankan aksi kepedulian sebagai bentuk selebrasi atas seluruh proses latihan yang sudah dilalui. Dalam  kelompok-kelompok kecil mahasiswa dituntut untuk berani melakukan aksi terkait dengan kompetensi perkuliahan mereka. Mahasiswa dari fakultas Farmasi mengadakan edukasi mengenai obat kadaluwarsa, obat keras, jamu, dll. kepada masyarakat di lingkungan kampus. Mahasiswa Teknik membuat miniatur alat penghemat air dan kincir air, mahasiswa dari Pendidikan Biologi mengadakan edukasi mengenai pengelolaan sampah. Tak kalah menarik aksi dari mahasiswa fakultas Sastra; mereka bereksplorasi menggunakan bahasa dalam bentuk puisi dan opini yang berisi kepedulian mereka tentang  kelestarian alam, narkoba, konsumerisme,  dan ketidakadilan dalam masyarakat. Setelah karya mereka dipasang di majalah dinding, para mahasiswa mengedukasi orang-orang yang mereka jumpai, baik itu dosen maupun mahasiswa - untuk turut terlibat dalam aksi mereka, yaitu berdeklamasi.


Komentar Anda

Artikel terkait



    Info buku-buku IT terbaru

    Down | Up