Posted: 14 Februari 2012 22:21:09 by valen BeritaNet.com | Dilihat 482 kali
"Terwujudnya proses pembelajaran yang mengembangkan kepribadian mahasiswa terutama daya kritis dan sikap kepedulian" merupakan Visi KKN Reguler XLIII USD yang telah berlangsung dari tanggal 10 Januari hingga 10 Februari 2012 di kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Nilai yang dikembangkan dalam visi tersebut adalah pribadi yang Dewasa, Cerdas, dan Peduli.
Dusun Panggung, Argomulyo, Cangkringan merupakan salah satu lokasi yang digunakan untuk KKN Reguler XLIII ini. Fransiskus Dimas Permadi, mahasiswa Pendidikan Matematika USD, salah satu peserta KKN di dusun Panggung ini mengungkapkan bahwa budidaya jamur dan pengolahannya, bimbingan belajar, pengolahan ikan lele, senam, cek golongan darah, dan renovasi pos ronda merupakan program kerja kelompok mereka. Penentuan program tersebut berdasarkan hasil observasi awal sebelum terjun langsung dalam kegiatan KKN. "Program yang kami susun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan" demikian tambahnya.
Program-program kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi masing-masing pribadi. Menambah teman, mengenal warga, belajar hidup madiri, belajar berinteraksi sosial, dan belajar memecahkan masalah dalam masyarakat juga mereka dapatkan dari kegiatan KKN ini. "Belajar mem-fillet ikan lele merupakan pengalaman pertama saya. Padahal awalnya belum pernah. Bau amis juga, tapi itulah pengalaman", ungkap Cicillia Indrayanti Gunawan, mahasiswi Sastra Inggris USD. Menghaluskan, mengangkat, dan mengikat bambu untuk tempat budidaya jamur pun juga dilakukan oleh Agata Novi, mahasiswa Pendidikan Fisika USD meskipun dengan luka di kakinya karena kecelakaan di lokasi KKN. Semua kegiatan itu mereka lakukan bukan semata-mata hanya untuk mencari nilai, tetapi memang sebagai pengalaman hidup di masyarakat.
Novita Ria Ningsih, pelajar kelas 2 SMP, putri dari pemilik rumah pondokan, tidak rela ditinggal pulang oleh teman-teman KKN. Air mata Ibu Hartinah, pemilik rumah pondokan, juga tak mampu terbendung saat perpisahan karena semua sudah seperti keluarga sendiri. Humanis, kebaikan dan kekeluargaan ternyata mampu diwujudkan dalam KKN ini. Hal ini menunjukkan bahwa teman-teman KKN mampu membaur dengan baik di masyarakat. Sebulan penuh telah dilalui dengan berbagai permasalahan dan pengalaman, tentunya akan dijadikan kekuatan untuk menghadapi kehidupan masing-masing dalam mewujudkan cita-cita mereka.
Hal semacam ini pastinya tidak hanya terjadi di dusun Panggung saja, tetapi juga di dusun lain yang juga sebagai lokasi KKN Reguler XLIII ini. Tentunya pengalaman dari masing-masing peserta berbeda, namun pribadi yang Dewasa, Cerdas, dan Peduli telah diperjuangkan oleh mereka. Selamat dan sukses bagi seluruh peserta KKN Reguler XLIII USD! (usd)
Komentar Anda