Posted: 09 Januari 2012 21:40:55 by valen BeritaNet.com | Dilihat 478 kali
"Pemberdayaan Pasien Dalam Self Management Diabetes Melitus Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup" merupakan sebuah tema yang diangkat oleh Fakultas Farmasi USD dalam acara seminar nasional yang diselenggarakan tanggal 10 Desember 2011 di ruang Drost Gedung Utama Kampus III USD.
Tema tersebut diangkat karena adanya keprihatinan bahwa setiap tahun penderita diabetes terus meningkat, atau prevalensinya tinggi, oleh karena itu setiap penderita diabetes harus diberikan perhatian khusus, sehingga diharapkan Apoteker dapat berperan aktif dalam penanganan penyakit tersebut. Rangkaian acara yang dimulai sejak hari Jumat 9 Desember 2011 ini berisi tentang workshop strategi pemanfaatan informasi pada penatalaksanaan Diabetes Melitus dilanjutkan dengan Seminar nasional yang dibuka oleh Rektor USD Dr. Ir. P. Wiryono Priyatamtama, SJ. Seminar ini diikuti oleh 20 pemakalah, 10 peserta poster, dan 316 peserta.
Hadir sebagai pembicara seminar adalah Audrey Clarissa S.Si., Apt dari PT.Dexa Medica, memaparkan tentang "Peran Industri Farmasi dalam Prevensi dan Terapi Sindrom Metabolik", dilanjutkan oleh dr. Osman Sianipar, DMM,Sp.PK(K) dari Fakultas Kedokteran UGM, memaparkan tentang "Patofisiologi Diabetes Melitus dan Deteksi Laboratorium", kemudian dilanjutkan oleh dr. Dante Saksono Harbuwono,Sp.PD-KEMD,Ph.D. memaparkan tentang "Penatalaksanaan Terapi DM dari sisi efek samping obat", lalu diteruskan oleh dr. Andry Hartono,Sp.GK. yang memaparkan tentang "Penatalaksanaan DM secara non Farmakologi", dan kemudian diakhiri oleh Dr. Sri Suryawati, Apt dari Fakultas Kedokteran UGM yang memaparkan tentang "Self Management Diabetes Melitus Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup", yang merupakan tujuan utama diselenggarakan seminar nasional ini agar pasien dapat mengatur dirinya sendiri dalam pengendalian gula darah dengan menggunakan kontrol makanan dan tidak sepenuhnya tergantung oleh obat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari beberapa pemakalah secara pararel sebanyak 4 sesi, dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. "Diabetes Melitus merupakan gerbang dari segala penyakit, oleh karena itu diperlukan Self Management yang bertujuan untuk pengobatan agar gula darah dari pasien dapat terkontrol, dikarenakan 90% pasien DM tidak tahu bahwa stabilnya gula darah dapat dilakukan dengan kontrol makanan yang benar" tutur Dra. Titien Siwi Hartayu,M.Kes.,Apt. selaku ketua panitia seminar nasional kali ini.
50 Program Studi KBI-SING-PBI Gelar ESEA Ke-16
Seminar internasional ESEA (English in South East Asia) ke-16 digelar Universitas Sanata Dharma. Program Studi Kajian Bahasa Inggris (KBI), Sastra Inggris (SING), dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) bekerja sama bahu membahu dalam penyelenggaraan seminar ini yang digelar 8-10 Desember 2011 di Kampus II Mrican. Seminar yang dihadiri sekitar tigaratus peserta ini mengambil tema "English for People Empowerment". Berbagai makalah yang berbasis ide maupun penelitian dipresentasikan untuk membahas bagaimana memberdayakan bahasa Inggris bukan sebagai ancaman terhadap kebudayaan lokal tetapi justru menjadi alat untuk semakin memajukan masyarakat lokal. Menurut Ketua Panitia Dr. Fr. B. Alip, M.Pd.,M.A., tujuan utama pengajaran bahasa Inggris adalah agar peserta didik semakin berperan aktif dalam komunikasi global. "Misalnya pedagang keramik di Kasongan atau pengusaha perak di Kotagede, mampu melebarkan sayap pasarnya ke berbagai negara di dunia ini, kata Alip. "Dengan pembelajaran bahasa Inggris, para pekerja migrant akan memiliki posisi tawar yang tinggi juga", tambahnya.
Dalam seminar ini tiga pembicara kunci dihadirkan, yaitu Huw Jarvis, Ph.D. (University of Saldford England), Louise Jan Sancheez (Ateneo de Manila University, The Phillipines), dan Dr. J. Bismoko (Sanata Dharma Univesity and STBA LIA). Menurut pandangan Jarvis dalam makalahnya berjudul "Asian Learners Empowering Themselves with and through the Internet", peranan internet saat ini sangat besar dalam pembelajaran bahasa Inggris. Menurut Jurvis, non-native speakers (NNS) saat ini memberdayakan diri mereka melalui teknologi sebagai warga global. Mereka mengalami perubahan baik dalam pemahaman maupun teori pendidikan dan bahasa Inggris itu sendiri. Sementara itu Sancheez dalam papernya "Politics and the English Department Towards a Postcolonial Engagement of Language and Literature Teaching in the Phillipines" mengevaluasi peranan Jurusan Sastra dan Bahasa Inggris dalam pendidikan di Filipina. Menurutnya pembelajaran sastra dan bahasa Inggris perlu mendasarkan produksi pengetahuan, paradigm, dan pedagoginya dalam konteks Filipina. Sedang J. Bismoko memaparkan sistem pendidikan bahasa Inggris postmodern.
Seminar ini dihadiri peserta dari berbagai universitas dari berbagai negara seperti Filipina, Malaysia, Hongkong, Brunei Darrussalam, Singapura, dan dari berbagai kota di Indonesia. Ada sekitar 30 paper yang dipresentasikan dengan berbagai topic baik linguistic, sastra maupun pengejaran bahasa Inggris.
Komentar Anda